Ming. Feb 25th, 2024

Dugaan Pencemaran Sungai Way Curup ,Erman Suheri Mungkin Akan Panggil Kepala Desa,RT Dan Kadus

By kontannews Mei 24, 2023

Lampung Selatan,-Terkait Dugaan Pencemaran Sungai,yang dikeluhkan sejumlah Warga Bandar dalam,Camat Sidomulyo Lampung Selatan,Erman Suheri,.SE mungkin dirinya akan memanggil Kepala Desa,RT dan Kepala Dusun.

Meski sudah viral disejumlah media massa terkait dugaan pencemaran sungai way curup,pihak perusahaan PT.Indonesia Evergreen Agriculture (IAE) terkesan tertutup dan diduga kurang perduli terhadap masyarakat.Camat Sidomulyo pihaknya mengaku baru mengetahui persoalan ini dari pemberitaan rekan-rekan media.

Camat Sidomulyo,dirinya tidak melarang media memberitakan,namun tugas media harus memberitakan beribang,camat baru mengetahui dari salah seorang rekan media.terkait dugaan pencemaran sungai yang dikeluhkan warga bandar dalam,”Kata Erman Suheri,.SE Kepada Sejumlah Media,usai dirinya menghadari giat pembagian BLT DD di Desa Suka Marga,Kecamatan Sidomulyo,Lampung Selatan,Pada Rabu (24/05/2023).

”Mungkin saya akan panggil kades,RT dan kadus,kebenarannya seperti apa yang di informasikan kawan-kawan media,”ujar camat Sidomulyo itu,Erman Suheri.

Kalo saran saya sih ya memang bahasanya kan..tidak kita larang artinya kan media tugasnya berimbang…ya kan,kira-kira kalo memang ini positif buat masyarakat buat warga kita bahasanya menggugah manajemen ke perusahaan itu untuk lebih peduli ya saya bilang kalo pun bahasanya bagus dan elok ya sah sah saja.

ya kan ,artinya saya kan informasinya kan saya terima kasih kan mungkin kan kita punya cara masing masing adek punya langkah tertentu saya juga punya langkah,kan nanti kades saya panggil ya kan Kadus saya panggil RT saya panggil bener ga informasi dari kawan kawan media ya kan ,artinya kalaupun bahasanya itu demi kebaikan kita bersama sama sama punya langkah adek punya langkah Monggo cara ter sendiri saya juga cara ter sendiri bagaimana menyondingkan kepihak manajemen ini artinya ini loh keluh kesah dari masyarakat rilisnya sudah ada artinya kami juga dari pemerintah bahwa kami dari desa juga ada ya kita sama-sama sonding apa artinya e apa itu tanggung jawab mereka terhadap dampak dari ini,kan sama-sama kita ini kan bahasanya apa ya demi kebaikan mengawasi dan memonitor lah kira kira masyarakat gak bisa atau ga tau cara menyampaikan seperti apa mungkin melalui adek adek kan melalui media ya.saya masukan ini kalo pak kadesnya belum melaporkan kepada saya ga papa nanti saya panggil, bener ga keterangan ada anak pak RT yg sakit ya kan bahasanya kemudian disitu juga ada bahasanya mungkin sungai sumur tercemar . harapan nya apa pak seperti apa bahasa nya sama sama kita apa namanya ee… kebaikan lah apa namanya e..dengan adanya informasi ini atau pertemuan seperti ini kan itu gapapa Monggo aja gapapa artinya konfirmasi tetep tapi jangan informasi nya berat di pak camat ya jangan kan.artinya dengan dengan laporan itu langsung kalo rilisan itu kan umum , memang saya pernah baca.”pungkas dia.

Diwartakan Sebelumnya,Sejumlah Warga Desa Bandar dalam,Kecamatan Sidomulyo,Kabupaten Lampung Selatan,Mengeluhkan kondisi sungai Way Curup tercemar limbah Diduga dari saluran Perusahaan PT.Indonesia Evergreen Agriculture (IEA).

Nampak keluar dari cerobong perusahaan,Limbah mengalir dari hulu kehilir sampai ke Way curup RT 02 dusun Bandar dalam dan menjadi keluhan sejumlah warga.

Sebelum adanya perusahaan PT.Indonesia Evergreen,Sungai Way curup sebagai sumber kehidupan masyarakat.

“Sejak berdirinya perusahaan,kondisi sungai way Curup bau busuk,diduga tercemar limbah PT.Indonesia Evergreen,”keluh Warga Desa Bandar Dalam,Yanto Saat memberikan keterangan,Rabu (17/05/2023).

“Ya,kondisi sungai tercemar hampir sekitar 3 Tahun,bila dipakai mandi badan jadi gatel-gatel,”ungkapnya.

Ini kan, sungai sumber kehidupan masyarakat,masih dikonsumsi (Diminum) digunakan untuk mandi,mencuci sebagai kebutuhan sehari-hari.dan sekarang tercemar.

Sejak berdiri perusahaan,Yanto mengaku tidak pernah bertanda tangan terkait soal ijin lingkungan.

Menurutnya Warga dusun RT 04 tidak pernah bertanda tangan,jangankan mau ngasih konfensasi,perusahaan kenal juga tidak dengan masyarakat.enggak tau kalau lurah Suyadi ada didalamnya apa enggak.

“Enggak tau saya,kurang paham saya,yang jelas warga tidak pernah dilibatkan soal ijin lingkungan,”ujarnya.

menurut Yanto dulu pernah ada orang yang mendatangi warga,entah dari perusahaan apa bukan,namun tidak bertemu dengan Yanto.orang itu, sampai ngambil simple air sungai kemudian katanya mau mau mempasilitasi dan berjanji mau memberi bantuan sumur bor tapi bohong,”ucap Yanto menambahkan.

masih kata Yanto dirinya bersama warganya tidak takut apabila nanti sampai dipanggil perusahaan.siap mau sampai kemana,Jangan kan dipanggil perusahaan,dipanggil kedinas mana pun siap.

“Percemaran sungai inikan sudah lama,sampai anak cucunya di bawa berobat kerumah sakit,terkena gatel gatel sampai kulitnya saja melentung,”ucapnya lagi.

Yanto sebagai RT sekaligus mewakili warganya meminta perusahaan bertanggung jawab.dan bisa menyediakan air bersih.

“Permintaan warga tidak banyak,meminta konfensasi dan sumur bor,”ujarnya meneruskan permintaan warganya.

Hal yang sama diutarakan,Armah Warga Dusun Bandar dalam,membenarkan sungai way Curup tercemar limbah sudah berlangsung lama.sudah menahun sungai way Curup tercemar.

“Kalau lagi kumat airnya bau busuk,dan limbahnya itu putih gitu,airnya bila digunakan gatel-gatel,”keluhnya.

Ya,dulu pernah ada orang yang dateng,ngecek-ngecek gitu katanya mau ngasih bantuan sumur bor,tapi faktanya enggak ada,”ucap Armah kecewa.

Armah meminta,kepedulian perusahaan,seperti sumur bor dan konfensasi lainnya,”imbuhnya.

Sungai Way Curup,Selain masih dikonsumsi (Diminum) masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,Dan sungai way Curup pula dipergunakan warga untuk mengairi persawahan.

Air dari hulu kehilir digunakan warga untuk mengairi sungai,terkadang air berubah warna putih kebiruan dan airnya gatel-gatel”ucap Wanita Berkerudung Itu,Puah.

(Puah-red) meminta bantuan sumur bor karena air sungai way Curup sudah tidak bisa digunakan.adapun dipergunakan itu dalam keadaan terpaksa karena tidak ada pilihan.Bunda Pu’ah Berharap kepada masyarakat bisa mempasilitasi persoalan ini sampai keperusahaan.

“Benar dulu ada orang dateng,berkali kali dateng dan menemui warga,katanya mau ngasih bantuan sumur bor tapi enggak ada juga itu bantuan,”ucapnya kecewa.

Air way curup itu kan,dulu masih terjaga kelestariannya,sekarang sudah tercemar limbah.bila digunakan untuk mandi badan burik dan gatel-gatel.

“Jadi warga Terkadang,untuk mandi harus menampung air hujan,”jelas dia.

Hal ini diamini Bunda Geno salah seorang petani,membenarkan sungai way curup sudah tercemar limbah perusahaan.

Mau mandi susah,kondisi sungai sudah tercemar.apalagi kalau musim hujan air sungai tidak bisa diminum butek ditambah tercemar limbah.

Kalau hari biasa,mandi disungai,tapi airnya haduuh gatel dibadan,dulu enggak begini,”keluhnya.

Ibu beranak enam itu menambahkan,sejauh ini masyarakat masih mengkonsumsi air sungai,masih digunakan untuk mandi dan mencuci,”pungkasnya.

Dikonfirmasi Terpisah,Senin (22/05/2023) Sore pihak perusahaan PT Indonesia Evergreen oleh pihak keamanan security awak media tidak diizinkan untuk di konfirmasi.(/Tim).

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *